Artikel

Sempat Diguyur Hujan, Wayangan Di Pakem, Temuireng Tetap Ramai Pengunjung

05 Januari 2026 13:27:06  Admin  123 Kali Dibaca  Berita Lokal

Temuireng - Jatinom. Guyuran hujan deras yang turun sejak Minggu (4/1/2025) sekitar pukul 18.30 WIB hingga larut malam tidak menyurutkan antusiasme warga Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom, untuk menghadiri pagelaran wayang kulit pakem dalam rangka Bersih Desa. Acara budaya yang digelar oleh empat rukun tetangga, yakni RT 15 hingga RT 18, tersebut justru berlangsung semarak dan dipadati penonton dari berbagai kalangan.

Pagelaran wayang ini tidak hanya menjadi agenda rutin bersih desa, tetapi juga memiliki makna historis yang kuat. Tahun ini, kegiatan tersebut sekaligus menjadi peringatan 45 tahun Kedung (Blumbang) Hadi Suprapto, sebuah sumber air alami yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan pertanian warga sekitar.

Kenduri Kedung, Pelestarian Alam Sisi Spiritual

Rangkaian kegiatan diawali dengan kenduri kedung yang dilaksanakan langsung di lokasi Kedung Hadi Suprapto. Kenduri ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas keberadaan sumber air yang hingga kini masih memberi manfaat bagi warga, sekaligus doa bersama agar kedung tetap lestari dan terjaga dari kerusakan lingkungan.

Sesepuh desa dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kenduri tersebut. Dalam suasana sederhana namun khidmat, warga bersama-sama memanjatkan doa, menegaskan kembali nilai gotong royong dan kepedulian terhadap alam yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Setelah kenduri, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit siang hari, yang kemudian berpuncak pada pagelaean wayang pada malam harinya. Meski hujan turun cukup lebat pada malam hari, penonton tetap bertahan, sebagian membawa payung dan jas hujan, sementara yang lain memilih berteduh di sekitar lokasi pertunjukan.

Pagelaran wayang dipentaskan oleh dalang Ki Juwahir Lebdo Carito, dengan membawakan lakon “Pandawa Sanga”, sebuah kisah yang sarat dengan pesan moral tentang kepemimpinan, persaudaraan, dan perjuangan menegakkan kebenaran. Alur cerita yang komunikatif, diselingi humor khas punakawan, membuat penonton tetap terhibur hingga pertunjukan usai.

Antusiasme Warga dan Simbol Kebersamaan

Ramainya pengunjung di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat menjadi bukti bahwa wayang kulit masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Temuireng. Tidak hanya orang tua, generasi muda dan anak-anak tampak ikut menyaksikan jalannya pertunjukan, menandakan adanya proses pewarisan budaya yang masih berjalan dengan baik.

Bagi warga, wayangan bukan sekadar hiburan, melainkan ruang pertemuan sosial, sarana edukasi nilai-nilai kehidupan, serta media memperkuat kebersamaan antarwarga lintas RT.

Melalui kegiatan Bersih Desa dan peringatan Kedung Hadi Suprapto ini, masyarakat Temuireng menunjukkan komitmen untuk terus menjaga tradisi, melestarikan budaya, dan merawat kebersamaan. Hujan yang mengguyur malam itu justru menjadi saksi bahwa semangat warga dalam mempertahankan warisan leluhur tidak mudah luntur.

Pagelaran wayang pakem ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, menjadi penanda identitas budaya desa, sekaligus pengingat akan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai luhur budaya Jawa.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Statistik Penduduk

Arsip Artikel

Aparatur Desa

Back Next

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Desa


Kantor Desa
Alamat : Jl. Temuireng, Dk. Temurejo 1004 Ds. Temuireng, Kec. Jatinom, Kab. Klaten
Desa : Temuireng
Kecamatan : Jatinom
Kabupaten : Klaten
Kodepos : 57481
Telepon :
Email : balaidesatemuireng@gmail.com

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:437
    Kemarin:944
    Total Pengunjung:180.747
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:216.73.216.182
    Browser:Mozilla 5.0